Kadang ada perasaan sederhana. Sederhana banget bahagianya,
sederhana gara-gara hal kecil. Awalnya juga sederhana, malah mungkin gak sadar
bagaimana awalnya.
Sesederhana sepatunya sebelahan di depan mushola.
Sesederhana motornya sebelahan pas parkir.
Sesederhana hari ini bajumu matching sama dia. Sesederhana
hari ini sama-sama pakai headset ke sekolah.
Sesederhana ngelihat motornya parkit di tempat yang
dilewati.
Sesederhana mengulang-ulang percakapan singkat yang berarti
“hai” di kepala.
Sesederhana dia ngelike statusmu.
Sesederhana kamu lihat motornya sambil mbatin “Oh, udah
datang” atau sesederhana belum lihat dia lewat dan batin “Dasar, telat lagi”
Sesederhana dia iseng main gitar dan gak sengaja main lagu
favoritmu.
Sesederhana pesen makanan sebelahan di kantin.
Sesederhana ngintipin dia main futsal dari kelas.
Sesederhana kedengeran tawanya waktu leat kelasmu.
Sesederhana waktu lewat daerah rumahnya.
Sesederhana lihat helm orang yang persis punyanya.
Sesederhana cuma lihat dari jauh aja seharian udah seneng
banget.
Sederhana.
Kadang, karena terlalu bahagia oleh hal-hal kecil, kita
nggak bisa dapat yang lebih. Too much happiness kills you.
Dan untuk sebagian besar kasus, mengakhiri perasaan
sederhana ini gak sesederhana itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar