Rabu, 18 Oktober 2017

REVIEW AGE OF YOUTH 2




Drama                          : Age of Youth Season 2 (literal title)
Revised romanization  : Chungchoonshidae 2
Hangul                         : 청춘시대 2
Director                        : Lee Tae-Gon
Writer                           : Park Yeon-Sun
Network                        : JTBC
Episodes                        : 14
Release Date                 : August 25 - October 7, 2017
Runtime                        : Fridays & Saturdays 23:00
Language                      : Korean
Country                         : South Korea
Cast:

Han Ye-Ri as Yoon Jin-Myung
Han Seung-Yeon as Jung Ye-Eun
Park Eun-Bin as Song Ji-Won
Ji-Woo as  Yoo Eun-Jae 
Choi A-Ra as Jo Eun


Sebenernya mau review tentang Age of Youth dua-duanya, tapi aku agak lupa ceritanya yang season satu jadi ini mainly bakal bahas yang season 2. Tapi karena namanya juga season 2, harus ada pembukanya kan season 2 ini ngelanjutin season 1. Tapi kayaknya langsung season 2 yang mudeng aja sih soalnya konfliknya udah beda. Walaupun ada beberapa yang ngelanjutin konflik kayak Ye-Eun.

Intinya di season 1 yang dibahas masalahnya semua tokoh utama, kecuali Song Jiwon. Dia di season 1 cuma penggembira aja. Dia karakternya suka bohong, apalagi bilang kalau dia bisa lihat hantu, yang lebih kuat lagi dia adalah perempuan haus (?) Emang di ceritanya dia agak porno dan ngebet banget sama cowok tapi dia motae solo alias jomblo seumur hidup.

Nah di season 2, alur utama ceritanya baru Song Jiwon. Disini diceritain kenapa dia hidupnya kok kayak gitu. Kok jadi orang sok ceria amat kayak gak ada masalah dalam hidupnya. Terus kenapa kok obsesi banget sama cowok. (Kok kesannya kayak dramanya dewasa ya, padahal enggak kok kalo nonton digambarinnya enggak vulgar)

Aku suka banget sama drama ini karena this is not your ordinary typical korean drama, with breath taking lead male lead and so perfect but naive female lead, where they are struggling to fight for their love (plus makjang-ish, rich family, annoying second lead, or even secret birth plot). This drama tells you about casual yet deep story about the girls who shares the same boarding house. Plotnya kayak sederhana banget ya, tapi Age of Youth ini mencakup masalah-masalah kayak masalah mental, pertemanan, keluarga, lgbt, dan bahkan masalah gak move on dari pacar pertama jadi masalah yang sangat sepele disini, karena gak berat di love storynya emang.

Komedinya juga dapet. Aku suka caranya menyelesaikan masalah pasti akhirannya lucu tapi realistis. Bikin ketawa tapi bikin mikir juga "Oh iya sih emang gitu"

Cinematografinya juga cantik. Fillernya indah. Aktrisnya aslinya cantik tambah cantik banget. Yang aku suka di setian habis episode title dikasih slide foto-foto moodboardnya episode itu. Naratornya juga kalimatnya selalu ngejleb.

Dan OST-nya sukaaaaaaaaa banget-banget. Engga lebay sama sekali, yang kalo adegan sedih lagunya menyayat-nyayat. Justru chill, soothing, tapi ditonton sama adegannya jatuhnya sakit banget. Contohnya OST yang ini:










Jumat, 13 Januari 2017

Dosa

Ini cerita tentang seorang anak kecil yang suka datang ke toko mainan di dekat rumahnya. Dia bukannya ingin membeli mainan yang dijual disitu. Dia datang untuk melihat boneka punya anak pemilik toko itu.

Bonekanya lucu, menurut anak kecil itu.

Bukan boneka bayi perempuan yang dikepang dua dengan bulu mata lentik dan pipi merona, bukan.
Bonekanya berbentuk polar bear. Putih bersih. Terlihat empuk untuk dipeluk. Terlihat. Hanya terlihat, karena anak itu hanya bisa melihatnya.

Tapi bukan itu yang membuatnya suka memandangi boneka itu.

Mata boneka itu hanya lingkaran hitam, tanpa ekspresi.
Anehnya, hitam matanya memberikan cerita untuk anak itu.

Saat si anak kecil tengah kabur dari omelan mamanya karena tidak mau tidur siang, hitam matanya mendongengkan kisah yang membuatnya rindu tidur dalam pelukan mama.
Saat si anak kecil sedang senang selepas diberi permen oleh pamannya, hitam matanya memberikan sendu bahwa tidak semua orang bisa merasakan manisnya permen.
Saat si anak kecil sedih kelincinya mati kedinginan, hitam matanya memberikan kehangatan bahwa sang kelinci tertidur lelap.

Lalu pada suatu Rabu si anak kecil mendapati boneka itu sendirian, tidak ada yang punya.

Ada, tapi sedang tidak disana.

Anak kecil itu tanpa pikir panjang mengambil boneka itu dan berlari.

"Pinjam untuk hari ini saja," pikirnya.

Lalu dia bermain dengannya, dengan boneka itu.

Akhirnya si anak kecil merasakan lembutnya bulu sang boneka.
Akhirnya si anak kecil memeluk empuknya sang boneka.
Akhirnya si anak kecil menyentuh hitam mata sang boneka.

Yang si anak kecil itu lupa, badannya hitam. Tidak seperti sang boneka yang putih bersih.
Bonekanya ternoda badannya.

Ternyata dosa tidak bisa dibatasi waktu; sehari saja. Ternyata dosa membekas sampai terkuak.

Lalu yang punya boneka menangis, karena boneka miliknya sudah tidak lagi sama.
Lalu toko mainan itu tidak pernah buka lagi untuk si anak kecil itu.
Untuk hanya memandangi sang boneka saja tidak bisa dia tidak bisa kembali.

Satu hari dosa juga tidak bisa kembali.

Si anak kecil menangis pun tidak berhak.
Tapi dia menangis.
Karena dia anak kecil.
Mungkin tidak.

Kini dia hanya bisa membayangkan hitam mata sang boneka, yang dia tahu pasti membisikkan ketenangan palsu, "Bukan salahmu."

Senin, 04 Juli 2016

Bound

I always love looking at you from here.
Breakfast, lunch, dinner
Dinner table
You, me
Here and there

Today you didn't touch your food at all, just like what you did these several days
You could've left any time after our meal time and never come back
I could feel that
You were so ready for that

But not today
You couldn't leave me no more
Yeah, you couldn't even touch your food but its okay since you'll be here forever

Minggu, 06 Maret 2016

The Funeral

People wears black.
The whole universe goes grayscale.

People talking.
But the entire world goes mute.

No one died today.
I should be okay.
But it is colorless and soundless.

My trust, my confidence, my creed, my faith,
my reliance, my hope,
my innocence, my clarity,
my love,
died today.

Should have been a having a funeral today.

Whose for? Myself? Or him?

I'm alive as I'm breathing.
But I died.

Kita

Dari semua orang yang ada di dunia, kita yang paling sial.
Kita adalah dua orang yang paling tidak cocok untuk saling jatuh cinta.


Dari semua orang yang ada di dunia, kita yang paling beruntung.
Kita,
adalah dua orang yang paling tidak cocok untuk saling jatuh cinta.


Tapi kita.

Suit! (2)

"Aku ingin menyentuhmu tapi kamu akan rusak," bisik Gunting pada Kertas.

"Aku ingin lompat ke pangkuanmu tapi kamu akan hancur," bisik Batu pada Gunting.

Several Seconds

So the universe paused when we met in our eyes.
We needed no longer than 3 seconds to coincide that we'd broken.
We already were, but we were no cure to each other.


3 seconds to make it lasts.
2 seconds to make it ends.
1 second to make it forgotten.


But it took me 5 seconds more to hold onto your glimpse of shadow.