Setiap pertemuan ada perpisahan. Itu mutlak dan nggak bisa dihindari. Kalau nggak sekarang ya nanti-nanti.
Sekarang, setiap perpisahan juga pasti ada alasannya. Ada alasan yang emang gak bisa dihindari ada alasan yang dibuat-buat. Dan ada satu alasan klasik dan klise untuk memulai perpisahan itu.
"Terlalu baik"
Biasanya orang-orang yang ditinggal dengan label itu, sambil penuh emosi dan gebrak-gebrak meja "Aku baik apanya?!"
Emang, alasan ini terkesan dibuat-buat. Soalnya secara logika, kita sewajarnya dan seharusnya nyari yang terbaik buat kita. Misalkan nyari makan masa mau nyari yang gak enak, pasti nyari yang baik dan enak. Nah ini ada yang enak dianggurin alasannya "Ngga mau makan ah, ini terlalu enak."
Masuk akal? Enggak.
Ada yang emosi dan bilang alasan itu cuma bullsht, kalau emang nggak sreg seharusnya bilang aja nggak usah pake kata-kata yang nggak masuk akal itu. Sebenarnya menurut saya sih semua hal ada alasannya kecuali jatuh cinta, jadi ini teori kenapa orang beralasan "Terlalu Baik"
1. Nggak Berani
Balik lagi ke umur, jalan masih panjang. Disini masih fase yang saling menyakiti dan disakiti buat belajar. Dia nggak yakin sama dirinya sendiri buat nggak nyakitin kamu nanti. Kamu terlalu baik untuk disakiti. Dia tau seberapa besar perasaanmu tapi dia gak yakin buat membalasnya sebesar punyamu. Mungkin emang ada perasaannya buat kamu, tapi keyakinannya nggak sebesar itu buat nggak nyakitin kamu ke depannya. Kalo emang setelah bilang gitu ke kamu dia punya yang lain, berarti dia berani dan yakin kalo dia nggak bakal nyakitin yang lain itu.
2. Masih Pingin Main-Main
Balik lagi ke umur, jalan masih panjang. Banyak orang yang emang enggak pingin serius, cuma buat main-main buat seneng-seneng doang. Dan kamu terlalu baik untuk dibuat main-main. Terima aja, emang ada orang dengan tipe kayak gitu. Tipe serius, tipe yang langsung pas diajak nikah. Sementara dia nggak mau serius sama kamu.
3. Minder
Kadang banget ini. Kadang dia minder sama kamu, yang kelihatan pintar dan kelihatan alim, kelihatan eksis, kelihatan segalanya yang lebih lebih. Tapi pada banyak kasus, dia minder sama perasaanmu, yang jelas lebih dalam dan besar daripada yang dia punya.
Dasarnya emang, dia nggak sreg sama kamu, dan banyak alasan dibalik "terlalu baik".
Dan kalau kamu, ditinggal dengan alasan terlalu baik, tandanya dia nggak cukup baik buat kamu. You deserve way better than him :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar