Everything happens for a reason.
Aku membisikkan kata-kata itu dalam tidurmu. Tidur lelapmu.
Karena aku tahu hanya sebentar aku bisa melihatmu tertidur sepulas ini.
Kita punya batas waktu.
Bukan, aku yang punya batas waktu.
Aku yang punya alasan kenapa kamu ada di atas sini
bersamaku. Pelukku membawamu terbang.
Aku yang punya alasan kenapa aku melepaskan genggamanku.
Air matamu masih disini, tidak ikut jatuh. Air matamu adalah
lukaku, yang mengingatkanku padamu saat kamu disini. Air matamu adalah semuanya
dari yang tersisa.
Mungkin bertemu denganku adalah alasan agar kamu bertemu
dengannya.
Lalu aku akan memperhatikanmu dari bawah dengan alasanku
sendiri; aku tidak pernah benar-benar membawamu terbang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar