Sabtu, 19 Desember 2015

The Reason

Everything happens for a reason.

Aku membisikkan kata-kata itu dalam tidurmu. Tidur lelapmu. Karena aku tahu hanya sebentar aku bisa melihatmu tertidur sepulas ini.

Kita punya batas waktu.

Bukan, aku yang punya batas waktu.

Aku yang punya alasan kenapa kamu ada di atas sini bersamaku. Pelukku membawamu terbang.

Aku yang punya alasan kenapa aku melepaskan genggamanku.

Air matamu masih disini, tidak ikut jatuh. Air matamu adalah lukaku, yang mengingatkanku padamu saat kamu disini. Air matamu adalah semuanya dari yang tersisa.

Mungkin bertemu denganku adalah alasan agar kamu bertemu dengannya.


Lalu aku akan memperhatikanmu dari bawah dengan alasanku sendiri; aku tidak pernah benar-benar membawamu terbang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar